Transfer Hosting

Transfer Hosting adalah sebuah proses perpindahan muatan website dari provider web hosting yang satu ke web hosting yang lain. Transfer Hosting bisa menjadi sebuah pengalaman yang menakutkan dengan berbagai resiko seperti website menjadi down, email tidak berfungsi, hingga pada hilangnya data website. Anda ingin melakukan proses transfer dengan benar, dan menghindari kesalahan fatal yang merugikan. Nusamedia memberikan penjelasan langkah sederhana dan cepat dalam melakukan transfer hosting

Web Hosting adalah server tempat menyimpan file-file website anda, sehingga dapat diakses 24/7 dengan cara melakukan pemanggilan domain anda melalui browser. Perusahaan yang menyediakan layanan web hosting dinamakan web host/ host. Sebelum anda memulai proses transfer anda, anda perlu memiliki file backup terkini dari website yang ada sekarang. Tanpa file ini maka proses transfer hosting tidak dapat dilaksanakan. Untuk lebih menyeragamkan proses transfer hosting, maka proses transfer ini akan menggunakan fasilitas-fasilitas yang ada di Cpanel.

Persiapan : Backup file website

Langkah awal adalah backup seluruh file dan konfigurasi website yang berada di provider sekarang. Backup-lah seluruh file termasuk juga database dan konfigurasi email (jika anda menggunakan email). Cpanel memberikan fungsi backup wizard untuk melakukan backup dengan mudah dan cepat. File Backup inilah sebagai modal utama transfer hosting yang akan kita lakukan. Pilihlah opsi Partial Backup, File Backup ini terdiri dari 3 jenis file, yang bisa anda dapatkan melalui fasilitas backup wizard Cpanel Hosting anda :

  1. Home Directory, yang berisi file-file yang berada di home directory hosting lama anda
  2. File database, berisi konfigurasi database website
  3. Email forwarder dan email filter, berisi konfigurasi email

1. Daftar akun Hosting di Provider baru

Setelah anda mendaftar akun hosting di provider baru, anda akan mendapatkan username dan password untuk akun hosting baru tersebut. Username ini termasuk pula username Cpanel dan username FTP yang akan kita butuhkan untuk upload file backup dari provider hosting yang lama

2. Membuat user database dan database

Untuk pelanggan shared hosting, database dan user database secara otomatis dibuat dengan identitas nama user cpanelnya kemudian diikuti nama yang dibuat (usernamecpanel_namadatabase, usernamecpanel_userdatabase), jadi migrasi database tidak akan langsung berhasil ketika anda melakukan restore. Jadi Pelanggan perlu membuat user dan database-nya, untuk kemudian disesuaikan di file konfigurasi database di website yang baru.

3. Import file database menggunakan PHPMyadmin

Setelah anda membuat user dan database-nya, langkah selanjutnya adalah melakukan import file database yang telah anda backup tadi ke database ini, dengan menggunakan fasilitas import yang ada di PHPMyadmin. Sampai disini anda telah melakukan pemindahan database, ke hosting yang baru.

4. Salin semua file dari hosting lama ke hosting baru

Salin seluruh file dari hosting lama anda ke hosting yang baru. Upload file backup home direcroty website lama ke website yang baru melalui File manager Cpanel atau FTP client favorit anda, atau menggunakan fasilitas restore home directory Cpanel.

5. Salin konfigurasi email forwarding dan filtering

Jika anda menggunakan email anda perlu melakukan restore file backup email forwarding dan filtering melalui fasilitas restore di Cpanel akun hosting anda

6. Konfigurasi Final, DNS dan Database

Sampai disini proses transfer hosting anda selesai, langkah terakhir adalah mengubah seting nameserver domain anda ke nameserver hosting baru. Sedangkan untuk database-nya, anda perlu menyesuaikan user dan database-nya sesuai dengan poin 2 di atas, di file konfigurasi pendeklarasian user dan database untuk website-nya.

Proses Transfer tanpa resiko hilangnya data dan down time

Setelah proses transfer selesai diperlukan waktu 24-72 jam waktu propagasi DNS, sehingga website yang baru bisa diakses, antara masa propagasi website lama-lah yang anda akses. Jika selama masa propagasi ini terjadi update data, maka data akan tertinggal di website lama anda ketika website baru anda sudah aktif, ini berarti terjadi kehilangan data, atau ada kemungkinan selama masa propagasai ini website anda menjadi down atau tidak dapat diakses.

Beberapa tips di bawah ini, akan membuat proses transfer hosting berhasil tanpa resiko hilangnya data dan tanpa down time :

  1. Setelah proses transfer disamping anda mengganti nameserver domain, perlu diganti seting DNS lama pada A Record (IN A), yang menunjuk kepada IP address hosting yang baru, ini lebih cepat dari pada menunggu propagasi hanya dengan mengganti nameserver
  2. Mengubah konfigurasi database website lama, untuk terkoneksi dengan database baru secara remote, sehingga setiap update database yang terjadi pada masa propagasi, akan tercatat pada database website yang baru
  3. Setelah proses transfer anda juga membuat MX record baru yang akan mengirim email ke server yang baru, tanpa perlu menunggu waktu propagasi

Anda bisa membaca beberapa artikel terkait dengan proses transfer hosting ini pada blog nusamedia, yaitu sebagai berikut :

Promo Hosting

Masukkan email Anda untuk selalu mendapatkan informasi promo terbaru kami: